Menko Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan program biodiesel 50% mulai berlaku semester 2 tahun 2026. Analisis mendalam kesiapan hulu, infrastruktur, dan dampak ekonomi dari pakar INDEF dan SPKS.
Di tengah harga minyak mentah dunia yang melonjak dan rantai pasok global yang terdisrupsi, pemerintah mendorong B50 sebagai jawaban strategis atas ketergantungan Indonesia terhadap impor solar.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan program B50 — campuran 50% bahan bakar diesel berbasis minyak kelapa sawit dan 50% solar konvensional — akan resmi dimulai 1 Juli 2026.
Dalam 6 bulan pertama implementasi, pemerintah optimistis program B50 mampu menghemat subsidi energi hingga Rp48 triliun, sekaligus membuka potensi surplus solar seiring beroperasinya kilang baru di Kalimantan Timur.
Dari B20 di tahun 2016 hingga target ambisius B50 di 2026 — satu dekade eskalasi mandatori biodiesel nasional.
Klik gambar untuk memperbesar.
Wawancara eksklusif IDX Channel Market Review bersama Ketua Umum SPKS dan pakar energi INDEF.
Penilaian berimbang berdasarkan wawancara pakar dan data lapangan terkini.
Penilaian kesiapan dari hulu hingga hilir berdasarkan wawancara pakar IDX Channel Market Review.
Program Market Review IDX Channel bersama pakar INDEF dan Ketua Umum SPKS membahas kesiapan mandatori B50.
Pemerintah harus berbasis kesiapan, bukan berbasis target politik. Secara politik ini memang masuk akal, tapi kesiapan itu yang lebih penting untuk dijadikan dasar pertimbangan eksekusi kebijakan ini.